Senin, 03 September 2012

Rinduku Ayah


Apa yang akan anda pikirkan saat mendengar kisah gadis ini ? Seorang gadis remaja yang mulai tumbuh dewasa yang seumur hidupnya belum pernah ditimang oleh seorang Ayah kandung, mungkin istilah ditimang terlalu mewah baginya bahkan bertemu dengan Ayah kandungnya sendiri belum pernah dia rasakan. Membuat jiwanya suka memberontak dan jiwanya selalu berteriak, dia butuh seseorang yang membimbing dan menyayanginya dengan tulus. Dia lelah selalu hidup dengan seseorang yang bukan siapa-siapanya, dia lelah selalu disalahkan oleh seseorang yang hanya mencintai ibunya.

Hidupnya memang berat, mungkin Tuhan terlalu sayang padanya. Segala cobaan hidup selalu menghampirinya meski saat umurnya terlampau sangat kekanak-kanakan. Karena cobaan hidup yang dari kecil telah dia alami mungkin itu alasan dia suka memberontak dan menentang pendapat siapapun, dan menganggap tak ada satupun seseorang yag menyayanginya di dunia ini kecuali Tuhan.
Ayah suatu kata yang mungkin sangat asing di telinganya, namun ingin dia mengerti artinya bukan hanya artinya namun sosoknya walau dia tak pernah merasakan kehadirannya. Dia sangat iri terhadap teman-teman gadisnya yang bisa bermanja-manja dengan Ayahnya. Dia terkadang sering menyalahkan nasib hidupnya yang terlalu kelit ini, tapi buat apa disalahkan toh ini adalah titipan Tuhan yang pasti ada maksud dibaliknya. 

Kadang juga dia pernah membenci Ayahnya mengapa begitu tega meninggalkannya dan melupakan darah dagingnya sendiri. Apa mungkin Ayahnya lupa telah memiliki seorang anak gadis ? Apa mungkin Ayahnya lupa nama gadis kecil itu siapa ? Atau bahkan Ayahnya lupa apakah anaknya lelaki atau perempuan ? Ayahnya mungkin sekarang benar-benar tak pernah memikirkannya atau merindukannya. Tapi dia tetap merindukan ayahnya walau terkadang sangat membencinya. Dia sangat ingin memeluk Ayahnya , atau hanya tau bagaimana kondisi Ayahnya saja sudah membuat lubuk hatinya yang haus akan rindu ayah terobati.
Ayah mengapa begitu egois? Mengapa kau tak mecari gadis kecilmu ? Dia amat merindukan sosokmu, dia lelah hidup dengan sesorang yang tak tulus menyayanginya, dia lelah selalu ditanya temannya “MANA AYAHMU?AKU TAK PERNAH LIHAT” dan dia tak bisa menunjukan ayah kandungnya hanya ayah tirinya yang bisa dia banggakan.

Ibunya pun begitu selalu tak mau tau tentang Ayah kandungnya, mungkin ibuya terlalu menanggung luka yang teramat perih dengan Ayahnya. Dan ibunya juga terlalu membenci Ayahnya hingga menjadi alasan mungkin ibunya selalu membedakan kasih sayang kepada dia. Jika ibunya marah dengan dia, ibunya selalu menghujat Ayahnya. Saat itulah air mata membasahi pipi gadis itu, dia ingin berteriak “JANGAN HINA AYAHKU!!!AKU YANG SALAH MENGAPA HARUS AYAH YANG DIHINA!!!” namun itu hanya bisa dia redam dalam hati. Ya walau Ayahnya tak pernah peduli dan memikirkannya dia tetap membela ayahnya dia tetap menyayanginya dan tetap mendoakannya. Dia tak pernah membencinya dia hanya selalu merindukan sosoknya J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar