Apa yang akan anda pikirkan saat mendengar kisah gadis ini ?
Seorang gadis remaja yang mulai tumbuh dewasa yang seumur hidupnya belum pernah
ditimang oleh seorang Ayah kandung, mungkin istilah ditimang terlalu mewah
baginya bahkan bertemu dengan Ayah kandungnya sendiri belum pernah dia rasakan.
Membuat jiwanya suka memberontak dan jiwanya selalu berteriak, dia butuh
seseorang yang membimbing dan menyayanginya dengan tulus. Dia lelah selalu
hidup dengan seseorang yang bukan siapa-siapanya, dia lelah selalu disalahkan
oleh seseorang yang hanya mencintai ibunya.
Hidupnya memang berat, mungkin Tuhan terlalu sayang padanya.
Segala cobaan hidup selalu menghampirinya meski saat umurnya terlampau sangat
kekanak-kanakan. Karena cobaan hidup yang dari kecil telah dia alami mungkin
itu alasan dia suka memberontak dan menentang pendapat siapapun, dan menganggap
tak ada satupun seseorang yag menyayanginya di dunia ini kecuali Tuhan.
Ayah suatu kata yang mungkin sangat asing di telinganya,
namun ingin dia mengerti artinya bukan hanya artinya namun sosoknya walau dia
tak pernah merasakan kehadirannya. Dia sangat iri terhadap teman-teman gadisnya
yang bisa bermanja-manja dengan Ayahnya. Dia terkadang sering menyalahkan nasib
hidupnya yang terlalu kelit ini, tapi buat apa disalahkan toh ini adalah
titipan Tuhan yang pasti ada maksud dibaliknya.
Kadang juga dia pernah membenci
Ayahnya mengapa begitu tega meninggalkannya dan melupakan darah dagingnya
sendiri. Apa mungkin Ayahnya lupa telah memiliki seorang anak gadis ? Apa
mungkin Ayahnya lupa nama gadis kecil itu siapa ? Atau bahkan Ayahnya lupa
apakah anaknya lelaki atau perempuan ? Ayahnya mungkin sekarang benar-benar tak
pernah memikirkannya atau merindukannya. Tapi dia tetap merindukan ayahnya
walau terkadang sangat membencinya. Dia sangat ingin memeluk Ayahnya , atau
hanya tau bagaimana kondisi Ayahnya saja sudah membuat lubuk hatinya yang haus
akan rindu ayah terobati.
Ayah mengapa begitu egois? Mengapa kau tak mecari gadis
kecilmu ? Dia amat merindukan sosokmu, dia lelah hidup dengan sesorang yang tak
tulus menyayanginya, dia lelah selalu ditanya temannya “MANA AYAHMU?AKU TAK
PERNAH LIHAT” dan dia tak bisa menunjukan ayah kandungnya hanya ayah tirinya
yang bisa dia banggakan.
Ibunya pun begitu selalu tak mau tau tentang Ayah
kandungnya, mungkin ibuya terlalu menanggung luka yang teramat perih dengan
Ayahnya. Dan ibunya juga terlalu membenci Ayahnya hingga menjadi alasan mungkin
ibunya selalu membedakan kasih sayang kepada dia. Jika ibunya marah dengan dia,
ibunya selalu menghujat Ayahnya. Saat itulah air mata membasahi pipi gadis itu,
dia ingin berteriak “JANGAN HINA AYAHKU!!!AKU YANG SALAH MENGAPA HARUS AYAH
YANG DIHINA!!!” namun itu hanya bisa dia redam dalam hati. Ya walau Ayahnya tak
pernah peduli dan memikirkannya dia tetap membela ayahnya dia tetap
menyayanginya dan tetap mendoakannya. Dia tak pernah membencinya dia hanya
selalu merindukan sosoknya J