Disaatku terpuruk
Kamu hadir tuk memeluk
Saat aku sibuk mengais-ngais masalaluku
Kamu hadir untuk mengais-ngais masa depanku
Kamu sesuatu zat yang diciptakan Tuhan untuk menyadarkanku
Menyadarkanku caranya melupakan
Melupakan yang harusnya dilupakan
Dan mencintai yang harusnya dicintai
Kamu makhluk Tuhan yang harusnya aku cinta
Kehadiranmu bagai embun penyejuk
Membuat dahaga kerinduan dan kasih sayang akan sosok kekasih
terbalaskan
Kamu yang menyeretku pergi dari masalalu
Walau aku masih tertatih dan kelelahan
Kau tetap sabar membimbingku tuk melupakan masalalu
Lalu mendekapku dalam pelukan yang hangat
Kamu yang mengajariku caranya tersenyum disaat aku lupa
Meniadakan lagi tangis dan merawat kemesraan
Sayang, aku mencintaimu bantu aku untuk hanya mencintai kamu
sedalam-dalamnya
Terimakasih telah mencintaiku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar