Minggu, 21 Oktober 2012

CINTA ITU DARI TIDAK ADA MENJADI ADA DAN TIDAK ADA LAGI


Belum saja saya sempat menuliskan namanya ditulisan saya dia sudah hilang malam ini. Ya dia kekasih saya, kekasih saya yang bisa dibilang telah berhasil mengajari saya yang namanya move on. Tapi sepertinya baru kemarin saya memandang langit-langit kamar dengan senyum-senyum malu karena tingkahnya dan sekarang....hm ya saya masih menatap langit-langit kamar namun bedanya sekarang saya menatap nanar dan penuh air mata dipipi, sesekali saya tak dapat mengontrol nafas sendiri. Saya menangis bukan karena dia, namun saya menangisi kebodohan saya, saya terlalu pecundang dalam soal cinta. Tak pernah dicintai sebegitu dalam oleh orang yang saya cinta. Selalu cinta saya diakhiri dengan tangis. Dasar wanita baru tersakiti segitunya aja udah nangis. Bodoh !

Itu resiko kepada insan yang suka meloncat-loncat mengenai cinta. Seperti saya terlalu bersifat petualang tentang cinta namun belum pernah menemukan harta karunnya. Terlalu cepat menilai seseorang baik, dapat dengan mudah mencintai seseorang yang memberi perhatian lebih,bodoh! Resiko terlalu mengenal dia dengan cepat adalah cepat juga saya mengakhiri cinta. Oke sekarang saya tak percaya dengan perkenalan cepat atau cinta padangan pertama, terlalu konyol.

Sekarang kamu tahu saya sedang apa ? saya sedang menatap diam-diam, mengintip diam-diam. Yang saya intip adalah kenangan kita. Haha kita ? saya baru saya sadar sekarang kata “KITA” sudah tak harusnya saya ucapkan. Iya karena kata “KITA” sudah tak duduk berdampingan lagi , aku dan kamu sudah berbeda tempat .
Kamu tahu ? saya hanya bisa menahan air mata saat kamu memutuskan hal yang susah-susah saya pertahankan yaitu hubungan ini. Mencoba bertahan dengan segala emosi yang kamu tusuk ke hati saya. Namun saya terlalu lemah, hanya bisa mengiyakan saja. Toh cinta yang sudah tersiram rasa bosan dan jenuh akan tak enak untuk diteruskan kan ? ya saya cuman bisa menangis saat itu.

Sudahlah malam ini malamnya saya terpuruk oleh cinta. Tuhan tolong saya untuk bahagia, cinta terlalu rumit untuk manusia seperti saya yang terlalu letih disakiti. Saya ingin mencintai tanpa ikatan yang terlalu sakit ini, tuntunlah saya Tuhan untuk menikmati semuanya. Namun saya akan terus mencari dan akan menemukan cinta yang tulus. Saya tak akan berenti menemukannya.

Teruntuk dia yang kukenal secara cepat dan meninggalkanku begitu cepat pula.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar