Belum saja
saya sempat menuliskan namanya ditulisan saya dia sudah hilang malam ini. Ya
dia kekasih saya, kekasih saya yang bisa dibilang telah berhasil mengajari saya
yang namanya move on. Tapi sepertinya baru kemarin saya memandang langit-langit
kamar dengan senyum-senyum malu karena tingkahnya dan sekarang....hm ya saya
masih menatap langit-langit kamar namun bedanya sekarang saya menatap nanar dan
penuh air mata dipipi, sesekali saya tak dapat mengontrol nafas sendiri. Saya
menangis bukan karena dia, namun saya menangisi kebodohan saya, saya terlalu
pecundang dalam soal cinta. Tak pernah dicintai sebegitu dalam oleh orang yang
saya cinta. Selalu cinta saya diakhiri dengan tangis. Dasar wanita baru
tersakiti segitunya aja udah nangis. Bodoh !
Itu resiko
kepada insan yang suka meloncat-loncat mengenai cinta. Seperti saya terlalu
bersifat petualang tentang cinta namun belum pernah menemukan harta karunnya.
Terlalu cepat menilai seseorang baik, dapat dengan mudah mencintai seseorang
yang memberi perhatian lebih,bodoh! Resiko terlalu mengenal dia dengan cepat
adalah cepat juga saya mengakhiri cinta. Oke sekarang saya tak percaya dengan
perkenalan cepat atau cinta padangan pertama, terlalu konyol.
Sekarang
kamu tahu saya sedang apa ? saya sedang menatap diam-diam, mengintip diam-diam.
Yang saya intip adalah kenangan kita. Haha kita ? saya baru saya sadar sekarang
kata “KITA” sudah tak harusnya saya ucapkan. Iya karena kata “KITA” sudah tak
duduk berdampingan lagi , aku dan kamu sudah berbeda tempat .
Kamu tahu ?
saya hanya bisa menahan air mata saat kamu memutuskan hal yang susah-susah saya
pertahankan yaitu hubungan ini. Mencoba bertahan dengan segala emosi yang kamu
tusuk ke hati saya. Namun saya terlalu lemah, hanya bisa mengiyakan saja. Toh
cinta yang sudah tersiram rasa bosan dan jenuh akan tak enak untuk diteruskan
kan ? ya saya cuman bisa menangis saat itu.
Sudahlah
malam ini malamnya saya terpuruk oleh cinta. Tuhan tolong saya untuk bahagia,
cinta terlalu rumit untuk manusia seperti saya yang terlalu letih disakiti.
Saya ingin mencintai tanpa ikatan yang terlalu sakit ini, tuntunlah saya Tuhan
untuk menikmati semuanya. Namun saya akan terus mencari dan akan menemukan
cinta yang tulus. Saya tak akan berenti menemukannya.
Teruntuk dia yang kukenal secara cepat dan meninggalkanku begitu cepat pula.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar