Minggu, 21 Oktober 2012

Kehadiranmu


Disaatku terpuruk

Kamu hadir tuk memeluk

Saat aku sibuk mengais-ngais masalaluku

Kamu hadir untuk mengais-ngais masa depanku

Kamu sesuatu zat yang diciptakan Tuhan untuk menyadarkanku

Menyadarkanku caranya melupakan

Melupakan yang harusnya dilupakan

Dan mencintai yang harusnya dicintai

Kamu makhluk Tuhan yang harusnya aku cinta

Kehadiranmu bagai embun penyejuk

Membuat dahaga kerinduan dan kasih sayang akan sosok kekasih terbalaskan

Kamu yang menyeretku pergi dari masalalu

Walau aku masih tertatih dan kelelahan

Kau tetap sabar membimbingku tuk melupakan masalalu

Lalu mendekapku dalam pelukan yang hangat

Kamu yang mengajariku caranya tersenyum disaat aku lupa

Meniadakan lagi tangis dan merawat kemesraan

Sayang, aku mencintaimu bantu aku untuk hanya mencintai kamu sedalam-dalamnya

Terimakasih telah mencintaiku

Pertemuan Singkat


Saat ini aku ditemani secangkir teh hangat berserta bayangan dirimu disampingku. Ya minggu-minggu ini hidupku sudah tidak sendiri lagi ada sosok yang mengisi kekosongan hati yang siap untuk dicintai. Dia lelaki yang sekarang amatlah aku cintai, dia lelaki yang amat baik hati yang menarikku dengan lembut pergi dari keterpurukan masalalu. Dia yang membawaku ke suatu hal yang paling indah yaitu cinta. Dia amatlah mencintaiku dengan tulus saat ini, ya aku harap selamanya. Aku selalu berharap setiap hari rasa cinta kita bertambah, dan ak berharap bawa aku kedalam muara hatimu yang penuh cinta agar aku semakin belajar melupakan masalalu dan belajar semakin dalam mencintaimu.

Mungkin dahulu aku tak terlalu memperhatikan sosokmu. Aku hanya sibuk pada cint yang kukejar namun tak pernah menghargaiku, ya bodoh memang. Namun aku sadar setelah kau datang, kau datang dengan begitu indah perhatianmu, hmm sungguh manis. Kau mengakui betapa cintanya kamu kepadaku hanya dengan “Pandangan Pertama” menurutku konyol. Mengapa bisa secepat itu ? aku tak bisa secepat itu percaya padamu, dan aku tak bisa secepat itu melupakan masalalu. Namun setelah aku sadar, mungkin aku harus mencoba membuka hati untuk lelaki yang mencintaiku.

Sekarang kamu selalu melayang-layang dilangit-langit kamarku hangat sekali. Segala sesuatu yang kita lakukan begitu indah dan berjalan begitu penuh cinta. Sepertinya aku jatuh terlalu dalam kepadamu. Manis memang diawal-awal tapi entahlah kadang disaat-saat itu aku mulai merasa sedih jika ada yang mengingatkanku tentang masalalu. Ragaku sepertinya belum seutuhnya meninggalkan masalalu. Masih ada serpihan diriku disana yang sulit aku lupakan. Namun aku yakin diriku akan mampu meninggalkan itu semua. 

Pasti aku akan larut dan menghilang dari kenangan itu dan mulai mengikhlaskan dan mulai mencintai yang harusnya kucintai.
Ayolah sayang bantu ak semakin mencintaimu,membanggakanmu, memberitahu kepada semua teman bahwa aku hanya mencintaimu dan melupakan semua kenangan. Jauhkan aku dari kenangan, bantu aku untuk mencari kebahagiaan, bantu aku mencari kebebasan hanya bersamamu.

Untuk dia yang baru aku kenal.

CINTA ITU DARI TIDAK ADA MENJADI ADA DAN TIDAK ADA LAGI


Belum saja saya sempat menuliskan namanya ditulisan saya dia sudah hilang malam ini. Ya dia kekasih saya, kekasih saya yang bisa dibilang telah berhasil mengajari saya yang namanya move on. Tapi sepertinya baru kemarin saya memandang langit-langit kamar dengan senyum-senyum malu karena tingkahnya dan sekarang....hm ya saya masih menatap langit-langit kamar namun bedanya sekarang saya menatap nanar dan penuh air mata dipipi, sesekali saya tak dapat mengontrol nafas sendiri. Saya menangis bukan karena dia, namun saya menangisi kebodohan saya, saya terlalu pecundang dalam soal cinta. Tak pernah dicintai sebegitu dalam oleh orang yang saya cinta. Selalu cinta saya diakhiri dengan tangis. Dasar wanita baru tersakiti segitunya aja udah nangis. Bodoh !

Itu resiko kepada insan yang suka meloncat-loncat mengenai cinta. Seperti saya terlalu bersifat petualang tentang cinta namun belum pernah menemukan harta karunnya. Terlalu cepat menilai seseorang baik, dapat dengan mudah mencintai seseorang yang memberi perhatian lebih,bodoh! Resiko terlalu mengenal dia dengan cepat adalah cepat juga saya mengakhiri cinta. Oke sekarang saya tak percaya dengan perkenalan cepat atau cinta padangan pertama, terlalu konyol.

Sekarang kamu tahu saya sedang apa ? saya sedang menatap diam-diam, mengintip diam-diam. Yang saya intip adalah kenangan kita. Haha kita ? saya baru saya sadar sekarang kata “KITA” sudah tak harusnya saya ucapkan. Iya karena kata “KITA” sudah tak duduk berdampingan lagi , aku dan kamu sudah berbeda tempat .
Kamu tahu ? saya hanya bisa menahan air mata saat kamu memutuskan hal yang susah-susah saya pertahankan yaitu hubungan ini. Mencoba bertahan dengan segala emosi yang kamu tusuk ke hati saya. Namun saya terlalu lemah, hanya bisa mengiyakan saja. Toh cinta yang sudah tersiram rasa bosan dan jenuh akan tak enak untuk diteruskan kan ? ya saya cuman bisa menangis saat itu.

Sudahlah malam ini malamnya saya terpuruk oleh cinta. Tuhan tolong saya untuk bahagia, cinta terlalu rumit untuk manusia seperti saya yang terlalu letih disakiti. Saya ingin mencintai tanpa ikatan yang terlalu sakit ini, tuntunlah saya Tuhan untuk menikmati semuanya. Namun saya akan terus mencari dan akan menemukan cinta yang tulus. Saya tak akan berenti menemukannya.

Teruntuk dia yang kukenal secara cepat dan meninggalkanku begitu cepat pula.