Kamis, 21 Februari 2013

Luka


Masalalu denganmu itu luka, perih, hitam, kelam,lebam.

Gelap,besar,dan selalu mengikuti bagai bayang bayang.

Semakin aku berlari jauh kau semakin dekat seolah tak mau lepaskanku.

Yaa memang bayang bayang tentang masalalu denganmu sulit pisah dengan tubuh ini.

Namun aku terdiam tak ingin menoleh bayangan

Karena apa ? karena aku ingin tau bayangmu akan memelukku dari belakang atau hanya menikamku dengan belati penderitaan sakit hati ?

Yaa hanya kamu yang tau

Tolong jangan terbitkan fajar agar bayangan itu tak kembali

Rasanya aku ingin pergi  namun langkah bayangmu selalu melekat dan berlari mendekati

Sudahlah rasanya sia sia mengais masalalu yang aram ini , biarkanlah dia hilang dan karam


Perpisahan itu Cepat


Hay my blog, lama nih gak nyapa kamu, lama gak curhat nih tentang kepedihan cinta aku, iya soalnya selama ini aku gak pernah ngerasain sedih. Tapi hari ini ngerasain sedihnya dadakan banget berasa ditusuk pisau tiba-tiba dari belakang sakit banget. Kenapa ? sabar sabar entar aku ceritain.
Entah itu hari apa, tanteku kerumah dengan perasaan gembira mungkin, cengar=cengir senyum. Tiba-tiba dia bilang, “de, minta pinmu dong tante yuli mau ngenalin kamu sama adeknya”. Saat itu perasaanku mulai heran, apasih buat apa gitu gak kenal main jodoh-jodohin. Aku sempet nolak, tapi ya udah nurut aja apa kata mereka. Mereka antusias banget, kayaknya pengen banget aku menjalin hubungan serius sama dia. Duh aku belom kenal, dia anak kuliah, umur juga beda. Dari awal aku udah takut aja, soalnya aku ini anak ingusan yang sering dibilang polos kalo masalah ginian, masa harus kenal sama orang yang gak dikenal, status beda, usia juga beda.
Seiring berjalannya waktu, terjadilah pengenalan. Kami mulai saling akrab, awalnya belum adta ketertarikan sama sekali. Namun saya rasa dia telah merasakan perasaan lain. Atau cinta atau kagum atau apalah itu. Dia menunjukkan segala tertarikannya kepadaku. Dia jadi seseorang yang amat ber ambah baik setelah berkenalan denganku, sebaliknya aku juga merasakan ada sisi positif yang aku dapet dari dia. Akhirnya pertemuan itu datang juga telah sekian lama baru bertemu pada hari itu. Pertemuan yang sangat singkat, dan tak ada kata, hanya tatapan malu dan senyum malu yang kami lontarkan.
Semakin hari rasa yang aku rasakan semakin dalam, yah kadang aku rasa ini naif. Tak pernah timbul gelak tawa apapun, hanya layar handphone yang mewakili perasaan masing-masing. Namun aku tak pernah sedikitpun bosan, hari hariku selalu bahagia diisi dengan sosok dia. Terkadanag aku mulai curiga, jika cintanya juga sedalam cintaku kenapa dia gak pernah ingin bertemu, alesan gak terlalu logis itu malu, gak ada nyali dan apalah. Aku mulai paham pasti ada waktunya.
Namun belum sempat kita merangkai tawa perpisahan itu harus berakhir, dia mungkin sudah bosan, sudah jenuh, sudah tidak kuat lagi mencintai bayang-bayang maya. Suatu malam dia memberi pengakuan bahwa sekarang dia dekat dengan wanita lain. Foto mereka berdua terpasang di display picture. Aku mulai tegar mulai bisa mengikhlaskan tapi gak bisa sakit, kenapa dia begitu kejam.
Dia anggap aku seperti robot, yang bisa disakiti tanpa dia peduli sakit yang aku rasain. Sekarang kami telh sendiri –sendiri menjalani lanjutan hidup kami tanpa ingin diganggu. Kisah ini mungkin teramat singkat tapi pedihnya sampai sekarang. Entah aku ingin apalagi, aku hanya ingin fokus dengan hidupku tanpa memikirkan perasaan cinta. Cinta yang tidak pernah berending HAPPY.

Perpisahan itu Cepat


Hay my blog, lama nih gak nyapa kamu, lama gak curhat nih tentang kepedihan cinta aku, iya soalnya selama ini aku gak pernah ngerasain sedih. Tapi hari ini ngerasain sedihnya dadakan banget berasa ditusuk pisau tiba-tiba dari belakang sakit banget. Kenapa ? sabar sabar entar aku ceritain.

Entah itu hari apa, tanteku kerumah dengan perasaan gembira mungkin, cengar=cengir senyum. Tiba-tiba dia bilang, “de, minta pinmu dong tante yuli mau ngenalin kamu sama adeknya”. Saat itu perasaanku mulai heran, apasih buat apa gitu gak kenal main jodoh-jodohin. Aku sempet nolak, tapi ya udah nurut aja apa kata mereka. Mereka antusias banget, kayaknya pengen banget aku menjalin hubungan serius sama dia. Duh aku belom kenal, dia anak kuliah, umur juga beda. Dari awal aku udah takut aja, soalnya aku ini anak ingusan yang sering dibilang polos kalo masalah ginian, masa harus kenal sama orang yang gak dikenal, status beda, usia juga beda.

Seiring berjalannya waktu, terjadilah pengenalan. Kami mulai saling akrab, awalnya belum adta ketertarikan sama sekali. Namun saya rasa dia telah merasakan perasaan lain. Atau cinta atau kagum atau apalah itu. Dia menunjukkan segala tertarikannya kepadaku. Dia jadi seseorang yang amat ber ambah baik setelah berkenalan denganku, sebaliknya aku juga merasakan ada sisi positif yang aku dapet dari dia. Akhirnya pertemuan itu datang juga telah sekian lama baru bertemu pada hari itu. Pertemuan yang sangat singkat, dan tak ada kata, hanya tatapan malu dan senyum malu yang kami lontarkan.

Semakin hari rasa yang aku rasakan semakin dalam, yah kadang aku rasa ini naif. Tak pernah timbul gelak tawa apapun, hanya layar handphone yang mewakili perasaan masing-masing. Namun aku tak pernah sedikitpun bosan, hari hariku selalu bahagia diisi dengan sosok dia. Terkadanag aku mulai curiga, jika cintanya juga sedalam cintaku kenapa dia gak pernah ingin bertemu, alesan gak terlalu logis itu malu, gak ada nyali dan apalah. Aku mulai paham pasti ada waktunya.

Namun belum sempat kita merangkai tawa perpisahan itu harus berakhir, dia mungkin sudah bosan, sudah jenuh, sudah tidak kuat lagi mencintai bayang-bayang maya. Suatu malam dia memberi pengakuan bahwa sekarang dia dekat dengan wanita lain. Foto mereka berdua terpasang di display picture. Aku mulai tegar mulai bisa mengikhlaskan tapi gak bisa sakit, kenapa dia begitu kejam.

Dia anggap aku seperti robot, yang bisa disakiti tanpa dia peduli sakit yang aku rasain. Sekarang kami telh sendiri –sendiri menjalani lanjutan hidup kami tanpa ingin diganggu. Kisah ini mungkin teramat singkat tapi pedihnya sampai sekarang. Entah aku ingin apalagi, aku hanya ingin fokus dengan hidupku tanpa memikirkan perasaan cinta. Cinta yang tidak pernah berending HAPPY.