Hay my blog, lama nih gak nyapa kamu, lama gak curhat nih
tentang kepedihan cinta aku, iya soalnya selama ini aku gak pernah ngerasain
sedih. Tapi hari ini ngerasain sedihnya dadakan banget berasa ditusuk pisau
tiba-tiba dari belakang sakit banget. Kenapa ? sabar sabar entar aku ceritain.
Entah itu hari apa, tanteku kerumah dengan perasaan gembira
mungkin, cengar=cengir senyum. Tiba-tiba dia bilang, “de, minta pinmu dong
tante yuli mau ngenalin kamu sama adeknya”. Saat itu perasaanku mulai heran,
apasih buat apa gitu gak kenal main jodoh-jodohin. Aku sempet nolak, tapi ya
udah nurut aja apa kata mereka. Mereka antusias banget, kayaknya pengen banget
aku menjalin hubungan serius sama dia. Duh aku belom kenal, dia anak kuliah,
umur juga beda. Dari awal aku udah takut aja, soalnya aku ini anak ingusan yang
sering dibilang polos kalo masalah ginian, masa harus kenal sama orang yang gak
dikenal, status beda, usia juga beda.
Seiring berjalannya waktu, terjadilah pengenalan. Kami mulai
saling akrab, awalnya belum adta ketertarikan sama sekali. Namun saya rasa dia
telah merasakan perasaan lain. Atau cinta atau kagum atau apalah itu. Dia
menunjukkan segala tertarikannya kepadaku. Dia jadi seseorang yang amat ber ambah
baik setelah berkenalan denganku, sebaliknya aku juga merasakan ada sisi
positif yang aku dapet dari dia. Akhirnya pertemuan itu datang juga telah
sekian lama baru bertemu pada hari itu. Pertemuan yang sangat singkat, dan tak
ada kata, hanya tatapan malu dan senyum malu yang kami lontarkan.
Semakin hari rasa yang aku rasakan semakin dalam, yah kadang
aku rasa ini naif. Tak pernah timbul gelak tawa apapun, hanya layar handphone
yang mewakili perasaan masing-masing. Namun aku tak pernah sedikitpun bosan,
hari hariku selalu bahagia diisi dengan sosok dia. Terkadanag aku mulai curiga,
jika cintanya juga sedalam cintaku kenapa dia gak pernah ingin bertemu, alesan
gak terlalu logis itu malu, gak ada nyali dan apalah. Aku mulai paham pasti ada
waktunya.
Namun belum sempat kita merangkai tawa perpisahan itu harus
berakhir, dia mungkin sudah bosan, sudah jenuh, sudah tidak kuat lagi mencintai
bayang-bayang maya. Suatu malam dia memberi pengakuan bahwa sekarang dia dekat
dengan wanita lain. Foto mereka berdua terpasang di display picture. Aku mulai
tegar mulai bisa mengikhlaskan tapi gak bisa sakit, kenapa dia begitu kejam.
Dia anggap aku seperti robot, yang bisa disakiti tanpa dia
peduli sakit yang aku rasain. Sekarang kami telh sendiri –sendiri menjalani
lanjutan hidup kami tanpa ingin diganggu. Kisah ini mungkin teramat singkat
tapi pedihnya sampai sekarang. Entah aku ingin apalagi, aku hanya ingin fokus
dengan hidupku tanpa memikirkan perasaan cinta. Cinta yang tidak pernah
berending HAPPY.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar